Ayam cemani merupakan ayam kampung yang mengalami kelainan pigmen sehingga kandungan melaninnya sangat tinggi. Pigmen melanin merupakan pembentuk warna hitam pada kulit tetapi juga menyebar ke organ dan bagian tubuh lain. Jika Anda membedah ayam cemani, warna hitam akan ditemukan pada semua organ seprti tulang, darah, daging, hati, usus, hingga jantung. Keunikan ini tidak berdampak pada kesehatan ayam secara umum. Ayam tetap sehat dan bergerak seperti biasa bahkan sistem reproduksinya tidak mengalami gangguan. Lalu, mengapa sedikit ternak ayam cemani yang ada disekitar kita? Perlu diingat bahwa ayam cemani bukan ayam yang mudah dipelihara dan dibiarkan bebas berkeliaran. Peternak harus telaten dan tekun untuk menjaga anak ayam tumbuh dewasa dan siap dijual. Selain itu, fungsi ayam ini juga bukan untuk konsumsi, meskipun tidak jarang yang memakannya. Bayangkan jika anda makan daging ayam yang warnanya hitam! Pasti selera tidak akan sama dengan daging ayam yang berwarna cerah.
Lebih Jauh Tentang Ternak Ayam Cemani
ternak ayam cemani
1. Persiapan
Tidak ada yang tahu pasti kapan ayam cemani ada di Indonesia. Banyak cerita yang mengatakan bahwa ayam sudah dikenal pada masa majapahit. Cemani berasal dari bahasa sansekerta yang berarti hitam legam. Tentu saja, nama ini sangat cocok dengan karakteristik ayam cemani. Fungsi lain yang sering digunakan adalah ritual keagamaan. Ayam ini dimanfaatkan sebagai sesaji pada ritual-ritual tertentu. Permintaan lain yang tidak kalah banyak adalah sebagai koleksi. Beberapa penghobi ingin mendapatkan ayam cemani yang asli dan sehat.
Alasan itulah yang menjadikan ternak ayam cemani sebagai pilihan bijak untuk mengais rezeki. Sebelum memulai ternak ayam ini, Anda harus menyiapkan beberapa hal. Persiapan utama adalah lokasi peternakan. Ayam ini tidak sekuat ayam kampung baisa dalam hal daya tahan, meskipun asli dari Indonesia. Ayam cemani membutuhkan sinar matahari yang cukup dan terhindar dari lalu-lalang orang banyak. Jika berniat membudidayakan ayam ini, ada baiknya untuk memilih tempat jauh dari pemukiman, tetapi cukup terbuka sehingga sinar matahari mampu menerpa kandang.
2. Indukan
Selanjutnya, ternak ayam cemani membutuhkan indukan yang asli. Warna hitam di seluruh tubuh sudah cukup untuk sebagai ciri-ciri ayam cemani. Namun, ayam tersebut belum tentu memiliki genetik asli. Beberapa orang berusaha melakukan persilangan ayam cemani dengan tujuan beragam. Jika tujuan anda adalah beternak, maka memilih indukan yang benar-benar asli merupakan hal yang sangat penting. Konsumen akan mencari ayam yang hitam secara sempurna dalam artian tidak ada corak lain. Untuk pertama kali, Anda dapat membeli dua ayam betina dan satu ayam jantan. Jumlahnya memang kecil, tetapi cukup untuk sebagai awal. Memelihara ayam dalam jumlah banyak untuk pertama kali sangat tidak dianjurkan, meskipun oleh peternak berpengalaman.
3. Kandang
Ternak ayam cemani membutuhkan kandang. Pada dasarnya, tipe-tipe kandang yang digunakan mirip dengan ternak ayam pada umumnya. Untuk tahap awal, kandang tersedia dalam dua tipe yaitu sebuah kotak untuk anak ayam dan kandang dengan halaman berpagar untuk ayam mudah dan dewasa. Anda dapat membuat kandang mirip dengan peternakan ayam kampung. Kandang dengan halaman akan membantu ayam untuk bebas bergerak dan berinteraksi. Selain itu, kandang tersebut mencegah ayam keluar dari area peternakan.
4. Anak ayam
Telur dan anak ayam adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ayam cemani bertelur seperti lazimnya ayam biasa dengan cangkang putih atau cerah. Warna cangkung telur tidak berkaitan dengan genetik karena berasal dari bahan kapur. Ternak ayam cemani harus menyediakan tempat khusus agar ayam bertelur dengan nyaman. Usahakan ayam dipisah dari pejantan ketika memasuki masa akhir bertelur.
Ayam akan mengerami sendiri telurnya secara normal yaitu 21 hari. Disinilah letak permasalahan yang sering muncul. Persentase yang ditetaskan kurang baik jika dibandingkan dengan penetasan oleh indukan ayam biasa. Banyak peternak yang menggunakan ayam kampung lain untuk mengerami telur ayam cemani. Selain itu, menthok juga dapat sebagai pengganti. Cara lain adalah penetasan dengan alat tetas. Untuk cara ini, peternak membutuhkan keterampilan khusus. Menetaskan dengan alat tidak semudah yang terlihat.
Anak ayam akan diasuh khusus hingga mencapai usia satu bulan. Pakan yang digunakan adalah konsentrat khusus dan vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Peternak harus secara tekun memperhatikan pertumbuhan ayam, terutama kondisi kandang dan sumber panas. Anak ayam mudah terserang penyakit dan mati. Setelah melewati satu bulan, ternak ayam cemani akan masuk pada masa yang menentukan.
5. Ayam muda hingga dewasa
Ayam muda kemudian dipisahkan dalam kandang tertentu. Perlu diingat, ayam yang ada pada satu kandang memiliki umur yang sama atau beda tidak terpaut jauh, maksimal satu minggu. Namun, Anda dapat mencampurnya dengan ayam lebih tua jika mereka sudah benar-benar matang dan dewasa. Ternak ayam cemani untuk umur muda lebih sulit dari dewasa. Mereka masih rentan terhadap penyakit meski tidak serentan anak ayam. Berilah campuran pakan alami dan konsentrat sehingga ayam mendapatkan asupan seimbang.
Peternak ayam cemani dapat menjualnya pada umur tiga bulan sebagai bibit untuk peternak lain. Selain itu, ayam cemani dijual pada umur beragam dan lebih baik sebelum berusia dua tahun. Kebutuhan ayam ini sangat beragam jadi pastikan Anda mengetahui target pasar yang dituju.
Dari cara ternak ayam cemani, apakah keuntungan yang didapat? Uang adalah keuntungan yang tidak dapat dielakkan. Ayam cemani memiliki harga lebih mahal dibanding ayam biasa. Tentu saja, harga tersebut sebanding dengan proses pemeliharaan yang tekun dan telaten dari awal sampai akhir. Konsumen ayam ini beragam dari dalam maupun luar negeri. Pada masa-masa tertentu, permintaan ayam cemani meningkat untuk kebutuhan ritual, sebagai contoh bulan sura. Para penggemar ayam juga mengoleksi ayam cemani untuk dipertunjukkan.
Ayam cemani memang unik dengan warna hitam yang khas. Anda tidak akan menemukan peternakan ayam cemani yang berskala besar. Namun, Anda tetap dapat memelihara dan membudidayanya di rumah untuk mendapatkan keuntungan. Proses dimulai dari persiapan yaitu modal dan lokasi. Selanjutnya, Anda harus membeli indukan serta pembangunan kandang. Indukan harus sehat dan belum terlalu tua. Kandang dapat dibuat mengikuti bentuk yang ada pada peternakan ayam kampung.
Terakhir adalah proses pemeliharaan. Dari hari pertama hingga siap dijual, ayam harus mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk mencegah penyakit. Ketekunan dan ketelatenan adalah kunci dari keberhasilan ternak ayam cemani.
Cara Ternak Ayam Pedaging untuk Meraih Sukses Tips Ternak Ayam Pedaging yang Benar Untuk mendalami usaha ternak ayam pedagingada beberapa tips yang harus Anda lakukan. Anda harus memperhatikan beberapa cara supaya ayam pedaging bisa menghasilkan daging yang banyak dan tentunya nanti akan menguntungkan bagi Anda. Lalu apa saja tipsnya? Perhatikan beberapa poinnya di bawah ini. 1. Pemilihan bibit yang baik anak ayam Tidak bisa dipungkiri lagi jika ingin mendalami usaha ternak ayam pedagingmaka hal yang pertama harus dilakukan adalah memilih bibit unggul. Ayam broiler yang digunakan untuk pedaging biasanya mempunyai bentuk tubuh gemuk dan bulat. Lalu bagaimanakah mengetahui bibit unggul tersebut? Pertama adalah memiliki gerak yang aktif, meskipun tubuh ayam pedaging memiliki tubuh yang gemuk dan bulat, ayam yang sehat tentu geraknya aktif. Kemudian yang kedua adalah bulunya mengkilap dan bersih. Ketiga adalah lubang anus serta hidung cukup bersih tidak banyak kotor...
Komentar
Posting Komentar